Les Fisika Matematika SD SMP Datang Ke Rumah Jaktim, Jakpus

Mau mengisi waktu luang adik yang balita dengan bermain sambil menambah kosakata baru?

Udah mau masuk SD, abang masih bingung menulis dan berhitung?

Santai saja ayah bunda, kakak pengajar La Alfabeta sabar dan kreatif kok untuk mengajarkan calistung dengan metode yang fun..

Bisa diselingi art-craft lagi, mulai dari origami, hand-printing dan lainnya, dengan konsep bermain sambil belajar, jadi anak-anak tidak merasa terbebani dan tidak cepat bosan…

Materi-nya juga disesuaikan dengan kegiatan yang ada di bulan tersebut…

Misalkan hari Kartini atau hari Pahlawan, jadi aplikasi-nya bisa pas banget.

Kakak sudah siap-siap mau ujian nasional SMP, pengen masuk SMA favorit?

Ayo gabung…

More info:

Customer Service La Alfabeta

0812 8928 3667

Call/sms/whatsapp

email: laalfabeta@gmail.com

http://www.facebook.com/laalfabeta.course

Kunjungi official website kami di :

LA ALFABETA

Les Gambar Anak Usia Dini Fun Learning Bintaro, Alam Sutra, BSD, Tangerang

Hai papa mama…

Si kakak masih playgroup atau TK tapi sudah kelihatan bakat mewarnai?

Si adek suka corat coret tembok? Mungkin memang suka seni, harus di arahkan dong bakatnya…

Kegiatannya tidak hanya mewarnai/menggambar dan melukis biasa lho…

namun bisa sekalian 3D Art-Craft menggunakan origami, hand printing, pop up craft, dan masih banyak lagi ide seru lainnya

Daripada repot keluar rumah, macet, panas, jam ngga fleksibel, lebih baik teacher datang ke rumah… Suasana lebih cozy karena di rumah sendiri, jam bisa diatur sehingga tidak mengganggu jam bobo siang dan tidak bertabrakan dengan les lainnya…

Ayo cek kelebihan kami:

Teacher datang ke rumah, tidak perlu repot keluar macet, hujan dan panas

Disc 50% biaya pendaftaran

Harga yang terjangkau dengan berbagai promo yang sedang berlangsung

Waktu lebih fleksibel karena bisa mengatur jadwal langsung dengan teacher

Teacher ramah dan penjelasan mudah dimengerti

Teacher yang berkualitas dan berpendidikan di bidangnya

Hari libur atau tanggal merah tetap diganti

Sabtu dan minggu tetap ada jadwal les

Contact Us !

CUSTOMER SERVICE LA ALFABETA ART

0812 8928 3667

Kunjungi official website kami di :

http://www.laalfabeta.com

laalfabeta@gmail.com

facebook.com/laalfabeta.course

Les Gambar Anak Usia Dini Fun Learning Depok, Cibubur

Hai papa mama…

Si kakak masih playgroup atau TK tapi sudah kelihatan bakat mewarnai?

Si adek suka corat coret tembok? Mungkin memang suka seni, harus di arahkan dong bakatnya…

Kegiatannya tidak hanya mewarnai/menggambar dan melukis biasa lho…

namun bisa sekalian 3D Art-Craft menggunakan origami, hand printing, pop up craft, dan masih banyak lagi ide seru lainnya

Daripada repot keluar rumah, macet, panas, jam ngga fleksibel, lebih baik teacher datang ke rumah… Suasana lebih cozy karena di rumah sendiri, jam bisa diatur sehingga tidak mengganggu jam bobo siang dan tidak bertabrakan dengan les lainnya…

Ayo cek kelebihan kami:

Teacher datang ke rumah, tidak perlu repot keluar macet, hujan dan panas

Disc 50% biaya pendaftaran

Harga yang terjangkau dengan berbagai promo yang sedang berlangsung

Waktu lebih fleksibel karena bisa mengatur jadwal langsung dengan teacher

Teacher ramah dan penjelasan mudah dimengerti

Teacher yang berkualitas dan berpendidikan di bidangnya

Hari libur atau tanggal merah tetap diganti

Sabtu dan minggu tetap ada jadwal les

Contact Us !

CUSTOMER SERVICE LA ALFABETA ART

0812 8928 3667

Kunjungi official website kami di :

http://www.laalfabeta.com

Facebook

laalfabeta@gmail.com

 

Hari Jazz Internasional

CDvmzC-WIAAHCun

Sejak November 2011, UNESCO mendedikasikan tanggal 30 April sebagai Hari Jazz Internasional. Hal ini dilakukan karena jazz dianggap memiliki peran diplomatik dalam menyatukan manusia di seluruh penjuru dunia.

Hari Jazz Internasional ini diharapkan dapat menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan untuk merayakan dan mempelajari tentang Jazz. Selain itu perayaan ini diharapkan juga dapat meningkatkan kesadaran akan perlunya dialog antarbudaya dan saling pengertian serta memperkuat kerjasama dan komunikasi internasional.

Tahun ini Paris dinobatkan sebagai tuan rumah dari perayaan Hari Jazz Internasional. Dilansir dari un.org, Kamis (30/4/15), Perancis sendiri sering diakui sebagai tempat kelahiran kedua jazz setelah Amerika Serikat. Pada hari ini, di Paris Anda akan mendengarkan musik jazz dari pagi hingga malam.

Nah untuk kita yang berada di Indonesia tentu bisa menikmati perayaan ini dengan streaming langsung di JazzDay.com. Anda juga bisa membantu untuk mengedukasi  masyarakat mengenai Jazz dengan menerapkan Take 5.

Inilah beberapa ide 5 menit edukasi Jazz:

1.    Setiap tahun tuan rumah dari Hari Jazz Internasional ini berbeda. Nah Anda bisa mencari tahu bagaimana sejarah Jazz di negara tersebut dan bagaimana budaya negara tersebut yang berhubungan dengan Jazz.
2.    Menonton live streaming dari konser Hari Jazz Internasional, melalui ini Anda akan mengetahui musisi Jazz lainnya dari berbagai negara.
3.    Mencari tahu mengenai musisi-musisi jazz dan ragam yang ditawarkannya.
4.    Memutar lagu jazz di mana pun Anda berada agar semakin banyak yang memahami dan merasakan ‘bahasa’ jazz.
5.    Mencari tahu dan mendiskusikan bagaimana jazz menginspirasi perdamaian, persatuan, kerja tim, dan komunikasi.
6.    Meneliti sejarah jazz di Indonesia. Lalu mencari tahu bagaimana pengaruh musik jazz di Indonesia.

sumber

 

Cara Unik Merayakan Hari Kartini

lomba-hari-kartini

Setiap orang punya cara sendiri dalam memperingati Hari Kartini. Sejak kecil, mungkin kamu telah melihat berbagai perayaan yang dilakukan orang-orang di sekitarmu. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, semua bisa merayakannya. Tak hanya perempuan, pun laki-laki pun juga.

Kreatif, mungkin itulah yang pantas disematkan untuk orang-orang Indonesia dalam.merayakan Hari Kartini. Mulai dari yang nggak pake modal sampai yang menghabiskan uang. Bagaimana cara orang-orang Indonesia dalam merayakan Hari Kartini? Masih ingat, nggak kamu? Hihihi. Yuk!

  • Pakai baju adat ke sekolah.

dsc_2267

  • Pawai.

013188300_1461228554-header_simomot_com

  • Lomba-lomba yang ‘berbau’ kebudayaan Indonesia

IMG_1578

 

 

 

Karya Seni Terinspirasi Peristiwa Bandung Lautan Api

263bandung-lautan.jpg

BANDUNG Lautan Api pada 24 Maret 1946 menjadi peristiwa penting dalam sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia. Ia menginspirasi para seniman dalam karya-karyanya. Berikut ini empat karya mereka:

Lagu

Ismail Marzuki yang ikut mengungsi menciptakan beberapa lagu: Saputangan dari Bandung Selatan, Karangan Bunga dari Selatan, O, Angin Sampaikan Salamku, dan Gugur Bunga. Lagunya yang terkenal dan kontroversial adalah Halo-halo Bandung.

Menurut J.A Dungga dan L. Manik dalam Musik di Indonesia dan Beberrapa Persoalannja, Halo-halo Bandung merupakan lagi mars yang melodi dan harmoni bagian pertamanya hampir sama dengan melodi dan harmoni dari kalimat-kalimat lagu When It’s Springtime in the Rockies karya Robert Sauer dan Mary Haley Woolsey.

Kritikus musik, Remy Sylado, bahkan menuding lagu itu bukan ciptaan Ismail Marzuki, tetapi ciptaan L. Tobing, prajurit Divisi Siliwangi yang dinyanyikannya dalam long march pada 19 Desember 1948.

 

Film

Bapak Film Nasional, Usmar Ismail membuat film dokudrama Toha Pahlawan Bandung Selatan (1962). Toha diperankan oleh Ismed M. Noor dengan kekasihnya dimainkan Mieke Widjaya. Film ini berkisah mengenai kepahlawanan Mohammad Toha, yang memimpin regu untuk menyabotase gudang mesiu Belanda di seberang Sungai Citarum. Toha yang diduga terkena tembakan bertekad memasuki dan meledakkan gudang mesiu Belanda. 20 tentara Belanda tewas. Toha sendiri, menurut Her Suganda dalam Wisata Parijs van Java, yang tersisa hanya sepotong tubuh mulai dari pinggang hingga kaki dalam keadaan terbakar.

Film lainnya adalah Perawan di Sektor Selatan (1972) dan Bandung Lautan Api (1975) besutan sutradara Alam Rengga Surawijaja. Perawan di Sektor Selatan berkisah tentang perempuan Indo, Laura (Farida Sjuman Djaya), menjadi spion Belanda untuk balas dendam kematian orangtuanya oleh kaum Republiken. Dia diselundupkan ke dalam pasukan Kapten Wira (Kusno Sudjarwadi) di Sektor Selatan. Dengan kelihaiannya dia berhasil mengacaubalaukan para gerilyawan, meskipun akhirnya penyamarannya sebagai Patimah, kakak perempuan seorang anggota gerilya, terbongkar.

Menurut Salim Said dalam Pantulan Layar Putih, dengan tidak melupakan dialog-dialognya yang sebagian besar sloganistis serta adegan kematian Laura yang agak diromantisir, “harus diakui bahwa cerita yang sederhana itu telah dituangkan ke dalam skenario yang cukup memikat oleh Alam.”

Bandung Lautan Api diproduksi oleh Kodam Siliwangi untuk mengungkapkan kembali apa yang sebenarnya terjadi masa revolusi di Bandung. Film ini setengah dokumenter, sisanya khayalan. Hasilnya, menurut Salim Said, Alam terpaksa tidak sanggup mengimbangi film Perawan di Sektor Selatan. Untungnya, Misbach Jusa Biran menulis skenarionya dengan rapi, sehingga pemunculan pelaku sejarah seperti A.H. Nasution, Aruji Kartawinata, Sutoko, dan lain-lain, berjalan paralel dengan tokoh-tokoh fiktif: Hidayat (Dicky Zulkarnaen), Nani (Christine Hakim), Priyatna (Arman Effendy), dan Jarot (Rofie Prabanca). Film ini tetap menarik untuk ditonton, terutama bagi mereka yang masih berminat mengintip sejarah Bandung dan Siliwangi di masa revolusi.

Lukisan

Maestro perupa Indonesia, Hendra Gunawan, dikenal karena penggambarannya yang kuat tentang kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia. Dia melukis wanita mandi, digigit kepiting, masak bekicot, ngamen ular, pedagang buah, pedagang ikan, dan lain-lain.

Lukisan yang menggambarkan peristiwa sejarah adalah “Bandung Lautan Api” yang dilukisnya pada 1972. Pria kelahiran Bandung, 11 Juni 1918 ini, menggambarkan orang-orang berlari mendaki, sembari membopong anak, untuk menyelamatkan diri. Warna merah bermakna api yang berkobar dan darah yang menggenangi orang yang menjadi korban.

Puisi

Bagaimana mungkin kita bernegara/Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya/Bagaimana mungkin kita berbangsa/Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup/bersama?/Itulah sebabnya/Kami tidak ikhlas/menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris/dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu/sehingga menjadi lautan api…

Demikian petikan awal puisi Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api karya penyair W.S. Rendra. Puisi yang cukup panjang ini dibuat oleh Si Burung Merak pada 1987. Orangtua dalam sajak ini yang mengalami peristiwa Bandung Lautan Api, mendapati zaman telah berubah. Dia tersentak dan bertanya-tanya: “Kini aku sudah tua/Aku terjaga dari tidurku/di tengah malam di pegunungan/Bau apakah yang tercium olehku?/Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu/yang dibawa oleh mimpi kepadaku?/Ataukah ini bau limbah pencemaran?/Gemuruh apakah yang aku dengar ini?/Apakah ini deru perjuangan masa silam/di tanah periangan?/Ataukah gaduh hidup yang rusuh/karena dikhianati dewa keadilan.

Sumber

World Wildlife Day

maxresdefault

Tanggal 3 Maret merupakan salah satu hari penting lingkungan. Meskipun belum banyak yang tahu, tapi tanggal 3 Maret diperingati sebagai Hari Satwa Liar Sedunia atau World WildLife Day. Inilah hari di mana komunitas internasional dan masyarakat dunia diingatkan kembali akan kesadaran dan upaya perlindungan terhadap satwa liar.

Sejarahnya sendiri, tanggal 3 Maret diambil dari pengesahan naskah Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam atau yang lebih dikenal sebagai CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) pada tanggal 3 Maret tahun 1973. Pada 20 Desember 2013, United Nations General Assembly (UNGA) menyuarakan bahwa setiap tanggal 3 Maret diperingati sebagai Hari Satwa Liar Sedunia.

Semakin banyaknya spesies flora dan fauna yang mulai hampir punah menjadi sorotan para peduli lingkungan di dunia. Terutama penyebab mengapa mereka punah. Spekulasi utamanya adalah ancaman perdagangan satwa ilegal maupun tindakan manusia yang merusak habitat hewan dan tumbuhan tersebut.

Di Indonesia sendiri, yang menyumbang hampir 15% dari semua tanaman, mamalia, dan burung yang ada di seluruh dunia, tak luput menjadi sorotan. Beberapa spesies hewan Indonesia dikhawatirkan hampir punah. Saat ini, harimau Sumatera yang tersisa di alam liar hanya sekitar 400 ekor, gajah di Kalimantan hanya berkisar 1500 ekor, dan begitu juga orangutan yang jumlahnya semakin mengkhawatirkan. Salah satu penyebab utama dari penurunan jumlah satwa liar itu adalah deforestasi, di mana lahan hutan berubah menjadi perkebunan sawit ataupun adanya penebangan liar.

Dari hal tersebut, kita diajak untuk lebih kritis lagi dalam memperhatikan lingkungan fauna maupun flora yang ada. Keanekaragaman hayati merupakan sebuah kekayaan maupun identitas diri bangsa. Walaupun kita mendukung dan tak dapat berbuat banyak, setidaknya kita mencoba berperan dalam pemberantasan deforestasi yang ada dengan hal-hal kecil, misalnya seperti menghemat tisu dan kertas. Kedua hal tersebut secara tidak langsung telah membantu menguangi penggunaan pohon dalam kehidupan sehari-hari.

sumber