Memupuk Cita-Cita Anak Sejak Dini

Menumbuhkan cita-cita anak sejak dini. Sebagai orangtua kita pasti berharap agar cita-cita anak bisa diraih setinggi mungkin. Ada yang memiliki cita-cita anak menjadi dokter, pilot, pramugari, tentara, guru dan masih banyak lainnya. Tentunya butuh dukungan dan usaha dari kita sebagai modal mereka untuk meraih cita-cita anak kelak di kemudian hari.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa kita berikan untuk memupuk cita-cita anak sejak dini yang mungkin masih belum mereka bayangkan saat ini. Sehingga sebagai orangtua kita juga perlu menggali potensi yang terpendam dalam diri anak-anak kita untuk mendapatkan porsi dan takaran yang tepat mengenai gambaran cita-cita anak apa yang kelak diinginkan oleh mereka.
Beri dukungan

Ada cita-cita anak yang bermimpi menjadi presiden, walaupun kita menganggapnya terlalu mustahil, tetapi Anda tidak boleh mengabaikannya. Berikan dukungan kepada mereka agar tumbuh rasa percaya diri sehingga mereka akan berjuang untuk mewujudkannya
Beri Tantangan

Berikan tantangan kepada anak-anak agar mereka bisa berpikir lebih luas dan berusaha untuk mencari jalan keluar dalam memecahkan masalah yang kita sodorkan, sehingga mereka akan terbiasa untuk berpikir lebih rasional.

Mengenalkan Dunia

Kenalkan dunia baru kepada anak-anak dengan mengajaknya menemukan berbagai hal baru, berkunjung ke tempat-tempat baru, dan mengajak mereka bertemu dengan orang-orang baru. Tidak ada orang yang bisa mengubah dunia ini dengan hanya mengurung diri di rumah. Bawa mereka keluar untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan mereka sejauh yang bisa mereka cerna.
Budaya Membaca

Budayakan membaca karena membaca adalah jendela dunia. Semakin banyak pengetahuan yang terserap oleh anak-anak, mereka akan semakin berkembang lebih luas daya pikir dan kreatifitas mereka. Membaca bisa melalui buku maupun mengikuti perkembangan jaman dengan adanya internet.

Mengenalkan Tokoh Terkenal

Tidak ada salahnya bila anak-anak mengagumi tokoh atau pahlawan tertentu. Kenyataannya, itu bisa menjadi cara brilian agar mereka lebih terfokus pada cita-cita anak atau ambisi tertentu. Dorong anak-anak belajar bagaimana tokoh atau pahlawan favorit mereka mengukir prestasi mereka serta bagaimana para tokoh tersebut merintis karir mereka.

Bermain Peran

Permainan peran bisa mengasah kreatifitas anak. Biasanya anak-anak melakukan permainan peran ini secara naluriah. Namun, lebih baik lagi bila kita mendorong dan membuat skenario tertentu untuk mereka mainkan dengan sekelompok kecil teman-temannya.

Bermain Bersama

Anak-anak akan tumbuh semakin percaya diri dengan bersosialisasi dalam lingkungan bermainnya. Di sana, mereka juga belajar bagaimana cara mempengaruhi dan berinteraksi dengan sekitarnya.


Anak-anak masih suka berubah

Bila tiba-tiba cita-cita anak berubah, jangan mengoloknya. Justru ini adalah perkembangan pemikiran mereka setelah mencerna dan mengamati serta mencari tahu lebih dalam tentang cita-cita anak yang lama dan cita-cita barunya.
Bukan Materi

Mungkin cita-cita anak tidak setinggi harapan orangtua yang kadang berpikir tentang materi. Misal mengharapkan anak menjadi seorang direktur utama di sebuah perusahaan sedangkan sang anak bercita-cita anak menjadi seniman. Jangan remehkan cita-cita anak karena apapun karir mereka, kebahagiaan adalah kekayaan yang nilainya melebihi materi.
Semua Bisa Terjadi

Apapun cita-cita anak, jangan pernah menganggapnya tidak mungkin. Segalanya bisa saja terjadi. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Selalu berikan dukungan positif terhadap anak-anak agar mereka bisa maju dan merasa mendapatkan dukungan. Itu adalah kekuatan mereka.

http://id.theasianparent.com/memupuk-cita-cita-anak-sejak-dini/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s