RAGAM HIAS SUKU DAYAK

04ef7-dayak.png

1. Jenis-jenis Ragam Hias Suku Dayak 
a. Ragam hias geometris 
Merupakan pola ragam hias yang saling terukur, memiliki keteraturan dan keseimbangan. Ragam hias berpola geometris sering ditemukan dalam bentuk spiral, zigzag, garis silang, persegi empat, dan lain-lain. Ragam hias ini dipercaya telah ada sejak zaman dahulu, hal ini diperkuat dengan bukti-bukti yang telah ditemukan. Motif geometris sering seringkali siaplikasikan dalam seni ukir atau pahatan. Namun, tidak jarang juga ditemukan pada motif-motif geometris diterapkan ke dalam bentuk dua dimensi.
Bentuk-bentuk bidang geometris antara lain terbagi dalam 2 (dua) bagian:
  • Bentuk bidang beraturan, berupa segitiga, lingkaran, persegi empat atau segi enam.
  • Bentuk bidang tidak beraturan, berupa gumpalan dengan bentuk mengarah pada bulatan atau lengkungan, bentuk tajam seperti bintang dan sejenisnya.
Pada ragam hias suku dayak, motif geometris sering dipakai untuk menghias bagian tepi atau pinggir suatu benda, tetapi juga sering dijadikan sebagai inti hiasan untuk memenuhi suatu benda.
Contoh ragam hias geometris
  1.  Les 

Merupakan salah satu jenis ragam hias geometris yang biasa digunakan di bangunan adat suku Dayak. Ragam hias Les ini ditempatkan di dinding bagian bawah atau pinggiran bawah atap. Makna dari ragam hias ini adalah sebagai simbol identitas diri, menambah keindahan, serta lambang kesuburan.

h
b. Ragam hias fauna dan manusia 
Merupakan suatu bentuk ungkapan rasa yang dituangkan melalui bentuk-bentuk berupa gambar yang menceritakan sejarah kehidupan. Misalnya lukisan-lukisan dinding gua yang menceritakan tentang kisah perburuan, perekonomian, ritual, dan sebagainya.
Suku dayak, seringkali memakai motif-motif kehidupan seperti hewan dan binatang hamper disetiap benda dan barang-barang yang digunakan. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat suku dayak sangat erat dengan ajaran nenek moyang dan kepercayaan-kepercayaan orang terdahulu. Binatang seringkali dijadikan media dalam menjalankan ritual dan sesembahan, bahkan acapkali dianggap sebagai dewa pada beberapa kepercayaan.
Contoh ragam hias fauna dan manusia
  •  Motif pada pakaian adat suku dayak (Bulang) 

Pakaian dayak memang beragam, dari mulai motif, model pakaian, hingga penggunaan warna. Namun, pakaian dayak umumnya adalah pakaian yang dibuat dengan cara ditenun. Jenis tenunnya yaitu tenun ikat. Di pahami bahwa seni budaya menenun merupakan kebudayaan yang diwariskan oleh generasi terdahulu yang mempunyai keunikan, nilai seni dan sejarah yang tinggi. Tahapan untuk menghasilkan sebuah karya kain tenun ikat dimulai dari penanaman kapas, pembuatan benang/memintal, ngaos (peminyakan benang), mewarna/mencelup, mengikat motif, menenun dan menjadikan pakaian adat merupakan rangkaian proses panjang. Dari beberapa tahapan tersebut dilakukan ritual-ritual tertentu yang dipercaya sebagai roh untuk membangkitkan semangat dalam bekerja maupun untuk memperoleh hasil yang memuaskan. Ini merupakan tradisi dan kebudayaan dari leluhur masyarakat suku Dayak Desa yang dilakuakan puluhan tahun silam. Puluhan bahkan ratusan motif pada kain tenun ikat Dayak berasal dari inspirasi, mimpi dan pengetahuan para leluhur yang mengandung makna begitu mendalam sebagai nasehat, petuah, pantangan, dan semangat dalam kehidupan keseharian. Motif pada pakaian suku dayak kebanyakan adalah motif binatang. Namun ada juga diantaranya yang mengambil tema alam.

j.jpg
  • Motif pada daun pintu lamin 

Bentuk tunggal ragam hias Naga Asoq, yaitu suatu perpaduan dari bentuk naga dan anjing, pada bagian kepala berupa gambaran bentuk naga, sementara di bagian badannya berupa bentuk badan anjing, suku Dayak Bahau lazimnya menyebut anjing dengan sebutan Asoq. Kenapa suku ini lebih menonjolkan bentuk Naga dan Asoq, hal tersebut lebih dikarenakan oleh suatau kepercayaan yang mereka anut. Pada ragam hias Naga Asoq ini, bila kita mengkajinya lebih jauh akan terlihat suatu bentuk Naga dan Asoq yang seolah-olah sedang berenang,. Perpaduan dalam bentuk tersebut adalah simbol atau suatu lambang yang dipercaya memiliki kekuatan untuk menolak kejahatan. Sedangkan arti dari ragam hias tersebut konon dipercaya bahwa Naga Asoq ini merupakan juru penyelamat dan petunjuk jalan menuju alam setelah kematian. Dan mengapa aplikasi dari bentuk Naga dan Asoq ini seolah-olah berenang, hal tersebut juga terjadi karena lebih kepada penghormatan mereka pada sungai, yang mereka anggap telah memberikan jalan kehidupan bagi suku Dayak Bahau. Naga Asoq sering terlihat pada hiasan-hiasan di daun pintu Lamin. Berikut gambar naga Asoq yang diaplikasikan dan dikomposisikan dengan motif-motif lainnya.

hh
Ragam hias pada suku dayak di Kalimantan Barat merupakan ide-ide dan pemikiran yang dituangkan dalam bentuk gambar dan hiasan yang berfungsi sebagai sarana ritual keagamaan.
Ragam hias suku dayak seringkali terlihat oleh dominasi warna hitam dan merah. Inilah salah satu cirri khas dari kebudayaan masyarakat dayak. Selain itu, warna-warna tersebut juga mengandung makna-makna yang semuanya sangat terkait dengan aspek kehidupan dan keagamaan suku dayak.
DAFTAR PUSTAKA 
Sutardi, Tedi. 2007. Antropologi Mengungkap Keberagaman Budaya. Bandung : Anggota IKAPI
Situs Web
sumber :

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s