Joint Us La Alfabeta

NEW CALISTUNG DAN MAFIKA 2017 kotak utk IGNEW CALISTUNG DAN MAFIKA 2017 kotak utk IG

Mau mengisi waktu luang adik yang balita dengan bermain sambil menambah kosakata baru?

Udah mau masuk SD, abang masih bingung menulis dan berhitung?

Santai saja ayah bunda, kakak pengajar La Alfabeta sabar dan kreatif kok untuk mengajarkan calistung dengan metode yang fun..

Bisa diselingi art-craft lagi, mulai dari origami, hand-printing dan lainnya, dengan konsep bermain sambil belajar, jadi anak-anak tidak merasa terbebani dan tidak cepat bosan…

Materi-nya juga disesuaikan dengan kegiatan yang ada di bulan tersebut…

Misalkan hari Kartini atau hari Pahlawan, jadi aplikasi-nya bisa pas banget.

Kakak sudah siap-siap mau ujian nasional SMP, pengen masuk SMA favorit?

Ayo gabung…

More info:

Customer Service La Alfabeta

0812 8928 3667

Call/sms/whatsapp

email: laalfabeta@gmail.com

http://www.facebook.com/laalfabeta.course

Kunjungi official website kami di :

LA ALFABETA 

http://www.laalfabeta.com

Advertisements

Joint Us La Alfabeta

NEW CALISTUNG DAN MAFIKA 2017 kotak utk IG

Mau mengisi waktu luang adik yang balita dengan bermain sambil menambah kosakata baru?

Udah mau masuk SD, abang masih bingung menulis dan berhitung?

Santai saja ayah bunda, kakak pengajar La Alfabeta sabar dan kreatif kok untuk mengajarkan calistung dengan metode yang fun..

Bisa diselingi art-craft lagi, mulai dari origami, hand-printing dan lainnya, dengan konsep bermain sambil belajar, jadi anak-anak tidak merasa terbebani dan tidak cepat bosan…

Materi-nya juga disesuaikan dengan kegiatan yang ada di bulan tersebut…

Misalkan hari Kartini atau hari Pahlawan, jadi aplikasi-nya bisa pas banget.

Kakak sudah siap-siap mau ujian nasional SMP, pengen masuk SMA favorit?

Ayo gabung…

More info:

Customer Service La Alfabeta

0812 8928 3667

Call/sms/whatsapp

email: laalfabeta@gmail.com

http://www.facebook.com/laalfabeta.course

Kunjungi official website kami di :

LA ALFABETA 

http://www.laalfabeta.com

“Pencarian Tempat”

detail_oQnkZ4ab0k_i_gusti_nengah_nurata__bigjpg

Title : “Pencarian Tempat”

Artist : I Gusti Nengah Nurata

Year : 1989

Cat minyak pada kanvas.

Ukuran : 97 x 153 cm.

Dalam lukisan “Pencarian Tempat” (1989), I.G. Nengah Nurata menghadirkan kasih perjalanan
spiritual dalam gaya Surrrealisme dekoratif yang sarat dengan imaji. Pada lanskap tanah kering bersela batu-batu karang yang bermutasi sebagai makhluk demonis, di antaranya tumbuh pohon yang meranggas. Seorang Brahmana membawa panji yang berkibar, duduk di atas gajah tunggangannya berjalan diikuti sekawanan binatang yang mengiringinya. Langit gelap dengan sosok kala yang berkamuflase dalam awan-awan cumulo, menatap tajam ke arah rombongan sang Brahmana. Selain itu masih ada buru dan binatang buas yang menghadang. Sebagai latar belakang, diungkapkan dengan dominasi warna coklat umber, sehingga menguatkan kesan magis dalam karya tersebut.

Dalam paradigma estetik humanisme universal, para pelukis Indonesia banyak mengembangkan kecenderungan personal lirisisme, termasuk di dalamnya gaya Surrealisme yang berkembang pesat di Yogyakarta. Surrealisme banyak mencirikan imajinasi yang bersumber dari dunia bawah sadar dengan bebagai problem ironi kehidupan personal maupun sosial sang seniman maupun masyarakat. Kecenderungan gaya ini mengantarkan pelukis dalam penggalian nilai-nilai spiritual dan reliji bagi karya-karyanya. Di dalamnya termasuk nilai-nilai kultural Bali yang sarat dengan kisah dalam kitab suci maupun mitos-mitos, di mana Nurata lahir dan tumbuh dengan segala penghayatannya.

Lukisan ini secara simbolik mengungkapkan sebuah proses pencarian eksitensi jati diri manusia serbagaimana layaknya sang Brahmana pengembara. Gulungan awan kala merupakan representasi hawa jahat yang terung mengintai kemurnian pencarian. Ungkapan penghayatan ini mempunyai dimensi reliji yang hadir dalam dunia simbolik, sebagai penggambaran ruang bawah sadar manusia dalam realitas transendensi yang sebenarnya.

sumber

Valentine’s Theme ” Living Together 2″

valentine lukisan

  • Pelukis : Awan Yozeffani
  • Judul : “Living Together 2”
  • Tahun : 2017
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 78.7 H x 59.1 W x 1.6 in

Deskripsi Lukisan Living Together 2

Lukisan ini merupakan lukisan children dengan gaya pop art. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini pelukis ini menggambarkan tentang hidup adalah perjuangan yang tidak akan ada batas tujuan.

Makna Tersirat

Dunia anak adalah dunia yang penuh kejutan. Dunia bermain yang kaya akan cetusan-cetusan imajinasi anak dalam bungkus ekspresi yang demikian jujur dan alami serta menakjubkan.

Imajinasi anak memang berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan berbicara. Dan menjadi sarana bagi anak untuk belajar memahami realitas keberadaan dirinya juga lingkungannya.

Imajinasi lahir dari proses mental yang manusiawi. Proses ini mendorong semua kekuatan yang bersifat emosi untuk terlibat dan berperan aktif dalam merangsang pemikiran dan gagasan kreatif, serta memberikan energi pada tindakan kreatif.

Kemampuan imajinatif anak merupakan bagian dari aktivitas otak kanan yang bermanfaat untuk kecerdasannya. Suasana yang rileks dan aman akan memudahkan anak untuk mengembangkan imajinasinya, oleh karena itu penting bagi orangtua untuk memastikan tidak ada benda-benda tajam dan membahayakan dalam ruang bermain anak, di samping suasana kondusif yang telah diciptakan.

Bahwa kehidupan anak-anak adalah kehidupan yang paling surgawi, penuh keberanian, khayalan dan senda gurau. Mata anak-anak bebas dari hukum proporsi, komposisi, prespektif, dan logika, sehingga apa yang mereka visualkan adalah kejutan di mata dewasa.

Sumber

Hari Gizi Nasional 2018 Bersama Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi

peringatan hari gizi nasional 2018

Bersama membangun gizi menuju bangsa sehat dan berprestasi masih menjadi fokus tema peringatan hari gizi nasional ke 58 tanggal 25 januari 2018, tingginya angka gizi buruk masyarakat indonesia menjadi alasan utama pemilihan tema besar yang sama dengan tema HGN tahun lalu.
Salah satu indikator gizi buruk masyarakat indonesia dapat dilihat dari tingginya angka kekurangan gizi anak-anak indonesia berdasarkan ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO), terdapat tiga kategori indeks gizi dengan angka masih dibawah ambang batas.

Indeks berat badan per usia anak indonesia memiliki angka 17%, indeks tinggi badan per usia 27,5% dan indeks tinggi badan per berat badan 11%, sedangkan ambang batas angka kekuarangan gizi menurut WHO berturut-turut 10%, 20% dan 5%. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa gizi buruk masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.

Dampak buruk kekurangan gizi tidak hanya terjadi pada bentuk tubuh yang pendek maupun kurus, namun juga pada tingkat kecerdasan otak yang akan berimbas pada rendahnya kualitas sumber daya manusia. Karena itu, upaya percepatan perbaikan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) perlu dilakukan bersama.

Kasus anak indonesia dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya (stunting) masih sangat tinggi, oleh sebab itu menjadi perhatian utama peringatan hari gizi nasional 2018 dengan mengambil sub tema mewujudkan kemandirian keluarga dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting.

Angka rata-rata stunting nasional mencapai 10,2 % dari berbagai provinsi dan jumlah tertinggi terdapat pada provinsi sulawesi tengah yang menyentuh angka 16,9%. Saat ini ada 100 kabupaten yang menjadi prioritas utama dalam program penurunan angka stunting di Indonesia dan akan berlanjut dengan 200 kabupaten lainnya.

Pencegahan Stunting Melalui Perbaikan Gizi dan Kemandirian Keluarga

Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan normal anak seusianya. Faktor utama penyebab stunting yakni buruknya asupan gizi sejak periode awal pertumbuhan dan perkembangan janin hingga anak berusia dua tahun, selain itu terdapat beberapa penyebab lain seperti lingkungan yang kotor dan seringnya ibu hamil mengkonsumsi alkohol.

Pada umumnya gizi buruk balita dilatar belakangi status ekonomi keluarga yang rendah, sehingga upaya pemenuhan gizi yang layak pada anak tidak dapat terpenuhi karena terkendala daya beli yang rendah. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi pada anak juga menjadi pemicu meningkatnya gizi buruk yang menyebabkan anak menderita stunting.

Langkah pencegahan dan penanganan stunting perlu adanya sinergitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah hingga partisipasi masyarakat, hal ini perlu dilakukan mengingat stunting termasuk masalah yang sangat kompleks yang harus melibatkan berbagai kementrian seperti kementrian sosial maupun perekonomian, jadi tidak hanya menjadi tanggung jawab kementrian kesehatan saja.

Membangun kemandirian keluarga merupakan langkah efektif sebagai cara mencegah stunting pada anak dan masalah kesehatan lainnya termasuk gizi buruk. Ada beberapa kriteria keluarga mandiri yang bisa dijadikan acuan tingkat kemandirian keluarga dalam bidang kesehatan

1. Menerima petugas perawatan kesehatan
2. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan
3. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar
4. Melakukan perawatan kesehatan sederhana sesuai yang dianjurkan
5. Memanfaatkan fasilitas kesehatan secara aktif
6. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif
7. Melaksanakan tindakan promotif secara aktif

Puskesmas sebagai unit kesehatan fungsional harus bisa menjadi pusat penyadaran dan pengembangan masyarakat terkait kesehatan, penyuluhan akan pentingnya gizi bagi anak harus dilakukan secara berkelanjutan agar terhindar dari masalah stunting.

Ada 3 langkah sederhana untuk mencegah stunting pada anak

  • Memberikan asupan nutrisi yang baik pada ibu hamil dan menyusui
  • Memberikan asupan gizi yang baik pada anak serta ASI esklusif pada bayi hingga usia 6 bulan
  • Pola hidup sehat dan bersih seperti tidak mengkonsumsi alkohol, membiasakan cuci tangan pakai sabun serta menjaga lingkungan dan sanitasi yang bersih

Jika 3 langkah sederhana diatas dilakukan secara konsisten dan kemandirian keluarga tercipta maka masalah stunting pada anak dapat teratasi sesuai dengan cita-cita dan harapan peringatan hari gizi nasional 2018.

Sumber