Joint Us La Alfabeta Private Course

be8ec-new2bcalistung2bdan2bmafika2b20172bkotak2butk2big

Mau mengisi waktu luang adik yang balita dengan bermain sambil menambah kosakata baru?

Udah mau masuk SD, abang masih bingung menulis dan berhitung?

Santai saja ayah bunda, kakak pengajar La Alfabeta sabar dan kreatif kok untuk mengajarkan calistung dengan metode yang fun..

Bisa diselingi art-craft lagi, mulai dari origami, hand-printing dan lainnya, dengan konsep bermain sambil belajar, jadi anak-anak tidak merasa terbebani dan tidak cepat bosan…

Materi-nya juga disesuaikan dengan kegiatan yang ada di bulan tersebut…

Misalkan hari Kartini atau hari Pahlawan, jadi aplikasi-nya bisa pas banget.

Kakak sudah siap-siap mau ujian nasional SMP, pengen masuk SMA favorit?

Ayo gabung…

More info:

Customer Service La Alfabeta

0812 8928 3667

Call/sms/whatsapp

email: laalfabeta@gmail.com

http://www.facebook.com/laalfabeta.course

 

Advertisements

LA ALFABETA ANNIVERSARY CELEBRATION🎈Mother’s Day Coloring Contest

fix fix(1)

🎈LA ALFABETA ANNIVERSARY CELEBRATION🎈Mother’s Day Coloring Contest🎈
🔑Tema : Hari Ibu
🔑Media mewarnai : kertas A4
🔑Alat mewarnai : bebas
🔑Penilaian : creative 2d/3d art, boleh di padu dengan art-craft seperti origami, glitter, dll
🔑Kategori:
A : 4-6th
B : 7-9th
🔑 Registrasi :
🌟25.000 untuk murid La Alfabeta & Serenata PMC
🌟30.000 untuk umum
🔑 Hasil karya harus buatan sendiri tanpa dibantu orang tua atau teacher (hanya boleh diarahkan)
🔑 Gambar untuk mewarnai disediakan (bisa dikirim softcopy via email)
🔑Pengumpulan paling lambat tanggal 31 Desember 2017
🔑Pengumuman pemenang tanggal 13 Januari 2017
🔑Pendaftaran dapat langsung menghubungi customer service di 0812-8928-3667 (Kak Zakia) melalui whatsapp dengan format :
“La Alfabeta Coloring Contest”
🌟Nama
🌟Usia (sebelum tanggal 1 Desember)
🌟Email (jika materi mewarnai dikirim via email)
🌟No. Tlp
🌟Alamat
🔑Hadiah :
🌟Trophy, Sertifikat, Goodie Bag, Voucher untuk Winner dan Runner Up
🌟Voucher untuk seluruh peserta

Info lebih lanjut :
0812-8928-3667 (Kak Zakia)
Ig : @laalfabeta

Kunjungi :

LA ALFABETA STUDIO
Cibubur Residence Blok B8/29, Jl. Alternatif Cibubur Cileungsi km 2, Bekasi 17433

http://www.laalfabeta.com

The Arrest of Pangeran Diponegoro

350px-Raden_Saleh_-_Diponegoro_arrest

Prince Diponegoro stands, defiant, in front of Lieutenant General Hendrik Merkus de Kock in front of the colonial officer’s mansion. He wears a green turban, white tabard over pantaloons, and a jacket; around his waist is a golden belt, to which prayer beads are attached, and over his shoulder is a shawl. He appears to be struggling to control his anger – as would be expected from Javanese gentry – while the Europeans’ eyes are static and avoid the eyes of others.

De Kock, the captor, stands to Diponegoro’s left, at the same level as the guerrilla. Further to the left are various Dutch officers, identified by the historian and Diponegoro biographer Peter Carey as Colonel Louis du Perr, Lieutenant-Colonel W.A. Roest, and Major-Adjutant Francois Victor Henri Antoine Ridder de Stuer. To the prince’s right stands a Javanese man identified by Carey as Diponegoro’s son, Diponegoro the Younger, followed by Resident of Kedu Franciscus Gerardus Valck, Major Johan Jacob Perié, and Captain Johan Jacob Roeps. At Diponegoro’s feet, a woman – possibly his wife Raden Ayu Rětnaningsih – reaches out to grab him.

The view from the northeast shows a still morning scene, with no wind blowing, and centered around Diponegoro.Saleh gives the painting depth of field, showing the soldiers closest to the front in crisp detail, while blurring the details of those in the back rows. The heads of the Dutchmen depicted appear to be slightly too large for their bodies, while those of the Javanese soldiers are of proper proportions. The painter, Raden Saleh, inserted himself into the painting twice: as a soldier bowing to the captured leader, and as a soldier facing the viewer.

Sumber

 

Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda

Sumpah-Pemuda

Pada tanggal 28 Oktober 1928 malam, di Indonesische Clubgebouw yang penuh sesak, ribuan pemuda mendengar pidato penutupan Kongres Pemuda Indonesia ke-dua dan sekaligus mendengar lantunan lagu “Indonesia Raya” dari biola WR. Soepratman.

Menjelang penutupan, Muhammad Yamin, yang saat itu baru berusia 25 tahun, mengedarkan secarik kertas kepada pimpinan rapat, Soegondo Djojopoespito, lalu diedarkan kepada para peserta rapat yang lain. Siapa sangka, dari tulisan tinta Yamin di secarik kertas itulah tercetus gagasan Sumpah Pemuda.

Sumpah itu lalu dibaca oleh oleh Soegondo, lalu Yamin memberi penjelasan panjang lebar tentang isi rumusannya itu. Pada awalnya, rumusan singkat Yamin itu dinamakan “ikrar pemuda”, lalu diubah oleh Yamin sendiri menjadi “Sumpah Pemuda”. Berikut isi Sumpah Pemuda itu:

Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Kongres Pemuda II berlangsung pada 27-28 Oktober dalam tiga tahap rapat. Rapat pertama berlangsung di gedung Katholieke Jongelingen Bond di Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng), lalu dipindahkan ke Oost Java Bioscoop di Konigsplein Noord (sekarang Jalan Medan Merdeka Utara), dan kemudian Gedung Kramat 106 baru dipakai untuk rapat ketiga sekaligus penutupan rapat.

Dari rapat pertama hingga rapat ketiga, kongres pemuda II ini menghadirkan 15 pembicara, yang membahas berbagai tema. Diantara pembicara yang dikenal, antara lain: Soegondo Djojopespito, Muhammad Yamin, Siti Sundari, Poernomowoelan, Sarmidi Mangoensarkoro, dan Sunario.

Hadir pula banyak organisasi pemuda dan kepanduan saat itu, diantaranya: Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Roekoen, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll.

Kongres Pertama (I) berlangsung pada tahun 1926. Kongres Pertama sudah membahas bahasa persatuan. Mohammad Yamin mengusulkan bahasa Melayu. Tetapi penamaan “Bahasa Melayu” dikritik oleh salah seorang peserta Kongres, Tabrani Soerjowitjitro. Menurut Tabrani, kalau nusa itu bernama Indonesia, bangsa itu bernama Indonesia, maka bahasa itu harus disebut bahasa Indonesia dan bukan bahasa Melayu, walaupun unsur-unsurnya Melayu. Keputusan kongres pertama akhirnya menyatakan bahwa penetapan bahasa persatuan akan diputuskan di kongres kedua.

Seusai kongres pemuda ke-II, sikap pemerintah kolonial biasa saja. Bahkan Van Der Plass, seorang pejabat kolonial untuk urusan negara jajahan, menganggap remeh kongres pemuda itu dan keputusan-keputusannya. Van Der Plass sendiri menertawakan keputusan kongres untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, mengingat bahwa sebagian pembicara dalam kongres itu justru menggunakan bahasa Belanda dan bahasa daerah. Soegondo sendiri, meskipun didaulat sebagai pimpinan sidang dan berusaha mempergunakan bahasa Indonesia, terlihat kesulitan berbahasa Indonesia dengan baik.

Siti Sundari, salah satu pembicara dalam kongres pemuda II itu, masih menggunakan bahasa Belanda. Hanya saja, dua bulan kemudian, sebagaimana ditulis Dr Keith Foulcher, pengajar jurusan Indonesia di Universitas Sydney, Australia, Siti Sundari mulai menggunakan bahasa Indonesia.

Akan tetapi, perkiraan Van Der Plass ternyata meleset. Sejarah telah membuktikan bahwa kongres itu telah menjadi “api” yang mencetuskan persatuan nasional bangsa Indonesia untuk melawan kolonialisme.

Meskipun, seperti dikatakan sejarahwan Asvi Warman Adam yang mengutip pernyataan Profesor Sartono Kartodirdjo, Manifesto Politik yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda pada 1925 jauh lebih fundamental daripada Sumpah Pemuda 1928. Manifesto Politik 1925 berisi prinsip perjuangan, yakni unity (persatuan), equality (kesetaraan), dan liberty (kemerdekaan). Sedangkan Sumpah Pemuda hanya menonjolkan persatuan

Bung Karno sendiri menganggap Sumpah Pemuda 1928 bermakna revolusioner: satu negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke, masyarakat adil dan makmur, dan persahabatan antarbangsa yang abadi. “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, bangsa, dan tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” kata Soekarno dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-35 di Istana Olahraga Senayan, Jakarta, 28 Oktober 1963.

Sumber

Hari Dokter Nasional

Image result for dokter

Hari Dokter Nasional diperingati sebagai hari disahkannya Ikatan Dokter Nasional pada 24 Oktober 1950 atau biasa dikenal dengan IDI. IDI membawahi semua dokter yang beroperasi di Indonesia dan juga menjadi rekan pemerintah dalam penentuan berbagai kebijakan mengenai kesehatan nasional.

Hari Dokter Nasional ini dapat juga dijadikan barometer kesehatan negeri. Dengan jumlah dokter yang cukup banyak di Indonesia, seharusnya negeri ini dapat terus meningkatkan standar kesehatan warganya. Namun, seringkali upaya dan ketulusan para dokter-dokter ini yang terhambat justru karena hal lain seperti politisasi dari pihak lain, yang menjadi tuntutan yang masih sering dilayangkan IDI kepada pemerintah. Yaitu untuk membebaskan lapangan kesehatan dari politisasi dalam pelayanan kesehatan.

Profesi dokter adalah profesi yang mulia dan tentunya sangat dibutuhkan masyarakat dari waktu ke waktu, mengikuti perkembangan zaman, berbagai penyakit dan ancaman bagi kesehatan kita terus juga berkembang, oleh karenanya profesi dokter juga terus berkembang mengikuti perkembangannya.

Di Hari Dokter Nasional ini, marilah berikan penghargaan kepada para dokter yang sudah menolong kita sejak kita kecil dan hanya butuh imunisasi hingga dewasa seperti sekarang dengan keluhan yang beragam. Untuk semua dokter di seluruh wilayah Indonesia, selamat Hari Dokter Nasional dan semoga dapat terus mengembangkan ilmunya di bidang medis dan terus bersikap etis serta profesional!

Sumber

Hari Jantung Sedunia

World-Heart-Day-2015

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) adalah penyebab utama kematian di dunia. Pada tahun 2014, sekitar 1,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskuler di Indonesia. Peningkatan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, merokok, asupan buah dan sayur yang kurang serta obesitas adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) jatuh pada tanggal 29 September setiap tahun. Sejak diluncurkan pada tahun 2000, peringatan Hari Jantung Sedunia bertujuan untuk menginformasikan masyarakat global tentang bahaya penyakit jantung dan stroke. Peringatan Hari Jantung Sedunia didukung oleh organisasi-organisasi seperti WHO, World Heart Federation, dan termasuk Yayasan Jantung Indonesia.

 

Keseruan Gathering Concert Serenata PMC 2017 part I

GC 16 sept 2017

Hi! Pada 16 September 2017 kemarin, La Alfabeta dan Serenata PMC baru saja menyelenggarakan event Gathering Concert 2017 Part I di Mal Ciputra, Cibubur. Seru banget acaranya!

Acara ini merupakan salah satu ajang di SPMC sebagai sarana penyaluran bakat seni dari seluruh siswa SPMC. Gathering Concert di kemas dalam bentuk kompetisi dengan beberapa kategori pemenang seperti : Solo Contest, Solo Accompaniment Contest, Solo Genre : Pop, Solo Genre : Classic, Favorite Work, dan satu kategori baru yaitu Best Outfit.

Kompetisi di Gathering Concert 2017 ini di bagi menjadi 2 part dan berbagai sesi sesuai kategori usia, karena beda usia tentu beda juga kemampuan musiknya. Gathering Concert Part II akan di laksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017.

Selain kompetisi musik, acara ini juga di selingi berbagai kegiatan menarik dan seru seperti performance dari beberapa guest star dan teachers.

Last but not least… Selamat kepada kepada para pemenang di Gathering Concert tahun ini ya! Dan yang belum menang jangan khawatir, masih banyak event La  Alfabeta dan Serenata PMC yang dapat di ikuti.

GC 16 sept 2017 2