“Potret Adolphe Jean Phillipe Hubert Desire Bosch”

Artist : Raden Saleh

Year : 1867

Cat minyak pada kanvas

Ukuran 89,5 x 122,5 cm

Diantara lukisan-lukisannya yang mengungkap pergulatan kehidupan yang dramatik, Raden Saleh juga banyak melukis potret pada Cornelis Kruseman, ia mendapat tugas Pemerintah Belanda melukis potret para gubernur jendral Hindia Belanda, yaitu J.van den Bosch, H.W. Daendeles, dan J.C. Baud. Ketiga lukisan tersebut menjadi penanda yang penting karya – karya potret Raden Saleh. Lukisan Raden Saleh ini mengungkapkan sosok seorang pejabat Belanda yang berdinas di Yogyakarta. Karakter yang ditampilkan merupakan ekspresi ketenangan dan kewibawaan aristokrat kolonial feodal.

Sumber

Advertisements

Lukisan : Salib (Bagong Kussudiardjo – 1974)

Artist : Bagong Kussudiardjo

Year : 1974

Cat minyak pada kanvas.

Ukuran : 100 x 140 cm.

Dalam lukisan Bagong yang berjudul “Salib” (1974) ini, diungkapkan secara deformatif dua sosok figur dalam penyaliban. Dengan gaya eskpresionisme, gestur tubuh-tubuh yang tersalib dibangun lewat spontanitas garis dan warna-warna yang berat. Sebagai latar belakang muncul kontras warna putih dan oranye yang merepresentasikan cahaya dan ruang. Lukisan ini secara keseluruhan menunjukan suatu dinamika gerak, tetapi sekaligus nada yang berat. Penanda visual tersebut mengungkapkan kepekatan hati pelukisnya  dalam menghayati tema yang diungkap.

Bagong Kussudiardjo termasuk salah satu pelukis Yogyakarta yang berada dalam barisan awal ungkapan lirikan personal.  Idiom ini merupakan antitesis terhadap paradigma estetik kerakyatan yang pada masa itu sangat kuat dianut oleh seniman-seniman Yogyakarta, bahkan mengeras dalam faham yang revolusioner. Dengan mengawali obyek-obyek geometrik, kemudian abstraksi dan eskpresionis, ia memuncaki perjalanan gaya itu dalam absttraksi murni. Dalam konteks perkembangan itulah Bagong dapat menemukan jati dirinya antara lain dalam idiom-idiom religius Kristen.

Lukisan ini secara langsung akan membawa imajinasi pada peristiwa penyaliban Yesus. Pesan yang dibawa adalah kemuliaan penderitaan dalam dimensi peristiwa sakral itu. Walaupun bagong mengungkap nilai simbolik yang dalam, namun ia lebih menekankan pada sensibilitas penghayatan personal lewat bahasa abstraksi visualnya. Sensibilitas itu diharapkan bisa menyentuh impuls orang lain dalam penghayatan simbolik penderitaan yang diungkap.

Sumber

Joint Us La Alfabeta

NEW CALISTUNG DAN MAFIKA 2017 kotak utk IG

Mau mengisi waktu luang adik yang balita dengan bermain sambil menambah kosakata baru?

Udah mau masuk SD, abang masih bingung menulis dan berhitung?

Santai saja ayah bunda, kakak pengajar La Alfabeta sabar dan kreatif kok untuk mengajarkan calistung dengan metode yang fun..

Bisa diselingi art-craft lagi, mulai dari origami, hand-printing dan lainnya, dengan konsep bermain sambil belajar, jadi anak-anak tidak merasa terbebani dan tidak cepat bosan…

Materi-nya juga disesuaikan dengan kegiatan yang ada di bulan tersebut…

Misalkan hari Kartini atau hari Pahlawan, jadi aplikasi-nya bisa pas banget.

Kakak sudah siap-siap mau ujian nasional SMP, pengen masuk SMA favorit?

Ayo gabung…

More info:

Customer Service La Alfabeta

0812 8928 3667

Call/sms/whatsapp

email: laalfabeta@gmail.com

http://www.facebook.com/laalfabeta.course

Kunjungi official website kami di :

LA ALFABETA 

http://www.laalfabeta.com

Charity Event on SPMC & La Alfabeta Anniversary Celebration 2018

Pada tanggal 21 April 2018 ,dalam rangka merayakan  Anniversary SPMC ( Serenta Privat Music Course)  dan La Alfabeta, SPMC dan la Alfabeta  mengadakan  charity di Panti Asuhan Al Hidayah di daerah Kranggan , Bekasi.

Dalam event charity ini, SPMC dan La Alfabeta memberikan sumbangan berupa bahan pangan dan baju  untuk di berikan kepada adik adik di Pantai Asuhan Al hidayah.

Selain memberikan sumbangan , La Alfabeta dengan perwakilan guru Ka Adinda memberikan  short course  berupa art craft  , yaitu membuat mini box  dari kertas origami dan di lanjutkan oleh dari kakak kakak pengajar dari  SPMC ( Serenata Private Music course) memberikan short course  vocal serta menampilkan   guest strat dari guru dan murid dari SPMC.

 

 

ART FLYER 2017

Hai papa mama…

Si kakak masih playgroup atau TK tapi sudah kelihatan bakat mewarnai?

Si adek suka corat coret tembok? Mungkin memang suka seni, harus di arahkan dong bakatnya…

Kegiatannya tidak hanya mewarnai/menggambar dan melukis biasa lho…

namun bisa sekalian 3D Art-Craft menggunakan origami, hand printing, pop up craft, dan masih banyak lagi ide seru lainnya

Daripada repot keluar rumah, macet, panas, jam ngga fleksibel, lebih baik teacher datang ke rumah… Suasana lebih cozy karena di rumah sendiri, jam bisa diatur sehingga tidak mengganggu jam bobo siang dan tidak bertabrakan dengan les lainnya…

Ayo cek kelebihan kami:

Teacher datang ke rumah, tidak perlu repot keluar macet, hujan dan panas

Disc 50% biaya pendaftaran

Harga yang terjangkau dengan berbagai promo yang sedang berlangsung

Waktu lebih fleksibel karena bisa mengatur jadwal langsung dengan teacher

Teacher ramah dan penjelasan mudah dimengerti

Teacher yang berkualitas dan berpendidikan di bidangnya

Hari libur atau tanggal merah tetap diganti

Sabtu dan minggu tetap ada jadwal les

Contact Us !

CUSTOMER SERVICE LA ALFABETA ART

0812 8928 3667

Kunjungi official website kami di :

http://www.laalfabeta.com

laalfabeta@gmail.com

facebook.com/laalfabeta.course

Title : “Potret Adolphe Jean Phillipe Hubert Desire Bosch”

Artist : Raden Saleh

Year : 1867

Cat minyak pada kanvas

Ukuran 89,5 x 122,5 cm

Diantara lukisan-lukisannya yang mengungkap pergulatan kehidupan yang dramatik, Raden Saleh juga banyak melukis potret pada Cornelis Kruseman, ia mendapat tugas Pemerintah Belanda melukis potret para gubernur jendral Hindia Belanda, yaitu J.van den Bosch, H.W. Daendeles, dan J.C. Baud. Ketiga lukisan tersebut menjadi penanda yang penting karya – karya potret Raden Saleh. Lukisan Raden Saleh ini mengungkapkan sosok seorang pejabat Belanda yang berdinas di Yogyakarta. Karakter yang ditampilkan merupakan ekspresi ketenangan dan kewibawaan aristokrat kolonial feodal.

Sumber

Terapi Seni untuk Sembuhkan Gangguan Kesehatan Mental

Sebuah organisasi di Samoa menggunakan terapi seni untuk mempromosikan kesejahteraan mental dan menghilangkan stigmatisasi dikalangan masyarakat mengenai  kesehatan mental.

Ketika Yang Mulia Tui Atua Tupua Tamasese Ta’isi Efi, Kepala Negara Samoa, memberikan ceramah di pertemuan tahunan Asosiasi Kesehatan Samoa dan Seminar Ilmiah pada Mei 2014 lalu, ia menyampaikan mengenai kesehatan mental dalam konteks kebudayaan.
“Sebagai warga Samoan saya bukan tipe orang yang penyendiri, saya menganggap bagian dari kosmos, saya berbagi warisan atau tofi dengan keluarga, desa dan bangsa,” kata Tupua dalam ceramahnya.
Kebudayaan Samoa sangat kuat mempertahankan fokusnya pada aiga, atau keluarga, dan layanan kesehatan mental di Samoa menggunakan model pendekatan terhadap Aiga ini sebagai cara untuk mengenali perlunya keluarga besar terlibat dalam proses penyembuhan pasien gangguan mental.
Proyek ini berusaha mempertahankan perasaan saling memiliki dikalangan anggota keluarga dan juga masyarakat.
Namun, meski fokus pada budaya menarik kekuatan dari masyarakat, katanya masih ada stigma besar yang terkait dengan kesehatan mental di negara ini.
An art therapy participant from the Samoa Victim Support Group. (Photo supplied: Galumalemana  Steven Percival)
An art therapy participant from the Samoa Victim Support Group. (Photo supplied: Galumalemana Steven Percival)
Sebuah proyek yang sedang berlangsung di Pusat Seni Tiapapata di ibukota Apia berharap dapat mengubah persepsi itu.
Fa’aāliga o Lagona, yang berarti ‘ekspresi emosi,’ merupakan proyek terapi menggunakan media seni yang dimulai sebagai cara untuk melibatkan korban trauma dan pelecehan yang ditampung di Kelompok Dukungan Korban Samoa.
Program ini telah diperluas untuk mencakup orang-orang dari Badan Kesehatan Mental Goshen,  maupun yang diidentifikasi oleh Unit Kesehatan Mental dan mahasiswa di Sekolah Fiamalamalama untuk anak-anak dengan kesulitan belajar.
Proyek ini dijalankan oleh Kesehatan Mental Asia Australia yang berpartner dengan organisasi internasional dan lokal seperti Tiapapata untuk membantu meningkatkan kesehatan mental di Asia Pasifik.  Program yang didanai oleh program PACMAS ABC Pembangunan Internasional ini bertujuan untuk “mendorong diskusi yang lebih luas dan untuk mendorong pemahaman yang lebih besar dari persepsi, penyakit mental dan trauma melalui seni dan kreativitas di Samoa. ‘
Galumalemana Steven Percival dari Pusat Seni Tiapapata mengaku respon dari para korban yang terlibat dalam proyek ini sangat positif.
“Dilakukan oleh Wendy Percival, guru seni utama di Pusat Seni  Tiapapata, para siswa disini telah mengerjakan banyak kegiatan seni dalam berbagai bentuk media mulai dari menggambar dan melukis, keramik, seni grafis dan lukisan mural,” katanya.
“Dengan melibatkan seluruh anggota kelompok, awalnya korban yang melakukan terapi seni ini hanya menggambar bentuk yang sederhana saja, tapi kemudian gambar yang mereka hasilkan bisa lebih ekspresif ketika mereka saling mengenal dan merasa percaya diri dengan kreatifitas dan media seni yang mereka gunakan,” katanya.
Menuurt Steven, faktor pendorong perubahan di kelompok ini adalah mereka melihat diri mereka sendiri sebagai artis atau seniman, bukan orang yang memiliki gangguan kesehatan mental.
A girl from the Samoa Victim Support Group paints outside as a part of her art therapy. (Photo supplied: Galumalemana Steven Percival)
A girl from the Samoa Victim Support Group paints outside as a part of her art therapy. (Photo supplied: Galumalemana Steven Percival)
Dr Patricia Fenner, dosen senior & koordinator dari Master program terapi seni di Universitas La Trobe Melbourne yang memfasilitasi terapi lokakarya seni untuk para staf di Pusat Seni Tiapata ini mengatakan terapi seni adalah bentuk pengobatan yang diakui untuk orang dengan masalah kesehatan mental.
“Terapi seni sangat sering digunakan untuk membantu orang mengatasi dampak psikososial negatif kondisi kejiwaan termasuk depresi, gangguan kepribadian dan gangguan psikotik dan sebagainya,” katanya.
Ide di balik terapi seni adalah dengan menggunakan proses kreatif sebagai ekspresi, bukan sebagai diagnosis.
“Efeknya sangat beragam dan mencakup pertumbuhan pribadi dan peningkatan kapasitas sosial melalui hal-hal seperti peningkatan rentang perhatian, partisipasi aktif, meningkatkan wawasan perilaku saat ini, kemampuan untuk berbagi perasaan, peningkatan pemahaman tantangan pribadi termasuk berurusan dengan trauma, kesedihan dan kerugian, “katanya.
Dr Fenner juga menjelaskan bahwa mengingat ketika menggambar lukisan yang kuat yang hendak dihasilkan seseorang dengan gangguan kesehatan mental,  misalnya yang melibatkan trauma masa lalu itu penting dikerjakan dengan bantuan pendampingan oleh terapis seni terlatih.
“Potret visual dapat mencerminkan, atau dalam tingkatan perasaan mewujudkan isu-isu di masa lalu, dan ini dapat menghadapkan klien kita pada situasi yang mengancam jika tidak dikelola dengan baik,” katanya. “Kedua, gambar kadang-kadang sangat eksplisit dan bisa sulit bagi orang lain untuk melihatnya, terutama untuk contoh di mana bahan kekerasan atau trauma dapat digambarkan secara visual.
Dr Fenner menambahkan bahwa karya seni jenis ini bahkan bisa menjadi bagian dari catatan medis pasien.
Fokus utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu kesehatan mental, dan untuk tujuan menggelar sebuah pameran dari karya klien yang mereka tangani pada bulan November.
“Masyarakat nantinya dapat belajar mengenai pengalaman penyembuhan para klien kami dengan ikut meyaksikan karya seni buatan mereka yang dituangkan dalam berbagai bentuk, termasuk pameran,” kata Dr Fenner.
proyek Faʻaāliga o Lagona ini akan berlanjut hingga tahun 2015 dengan pameran kedua dijadwalkan berlangsung pada Mei 2015.
A mandala painted by an art therapy participant from the Samoa Victim Support Group.  (Photo supplied: Galumalemana Steven Percival)
A mandala painted by an art therapy participant from the Samoa Victim Support Group. (Photo supplied: Galumalemana Steven Percival)