Hari Jantung Sedunia

World-Heart-Day-2015

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) adalah penyebab utama kematian di dunia. Pada tahun 2014, sekitar 1,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskuler di Indonesia. Peningkatan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, merokok, asupan buah dan sayur yang kurang serta obesitas adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) jatuh pada tanggal 29 September setiap tahun. Sejak diluncurkan pada tahun 2000, peringatan Hari Jantung Sedunia bertujuan untuk menginformasikan masyarakat global tentang bahaya penyakit jantung dan stroke. Peringatan Hari Jantung Sedunia didukung oleh organisasi-organisasi seperti WHO, World Heart Federation, dan termasuk Yayasan Jantung Indonesia.

 

Advertisements

La Alfabeta Instagram Drawing Competition

lomba mothers day 2 periode 2

♡FREE, dapatkan hadiah menarik♡

Caranya mudah :

~Selesaikan gambar 2D/3D

~Upload di IG pribadi/guru seni/orang tua, atau juga dapat di titipkan ke IG La Alfabeta (utk yang tidak memiliki IG) melalui email (laalfabeta@gmail.com)/whatsapp atau line 0812 8928 3667, dengan keterangan:

*judul gambar:
*nama:
*media gambar:
*alat media:

~Beri Hastag #laalfabetamothersday2nd

~Whatsapp/Line CS La Alfabeta di 0812 8928 3667

More info:
Citra 0812 8928 3667

www.laalfabeta.com

Inilah Ciri-ciri Anak Yang Memiliki Kecerdasan Dan Bakat Sejak Balita

Semua orang tua pasti menginginkan Anaknya yang masih kecil memiliki bakat dan kecerdasan alami sejak kecil. Sehingga tidak aneh jika banyak orang tua melakukan berbagai cara agar anaknya cerdas sejak kecil.

Tapi beruntunglah bagi sebagian orang tua yang sudah memiliki anak yang mempunyai bakat terpendam sejak kecil, karena mereka tidak akan perlu repot-rept lagi untuk mengajarkannya. “bagaimana cara mengetahuinya kalau anak Kita sudah cerdas dan berbakat sejak kecil?” Nah untuk mengetahui anak Anda yang masih berusia 2 sampai 5 tahun sudah memiliki bakat dan kecerdasan, baiknya Bunda simak. inilah ciri-ciri anak Bunda sudah memiliki bakat dan kecerdasan.

1. Selalu Ingin Tahu

Anak yang cerdas tentu selalu ingin tahu apa yang telah dilihatnya, jadi tidak heran kalau anak ini selalu bertanya-tanya mengenai hal yang aneh baginya. Maka itu sebagai bunda yang bijak Anda harus menjawab pertanyaan anak Anda dengan benar dan bijak, agar anak Bunda tidak salah kaprah dalam mengartikannya.

2. Sangat Aktif

Anak aktif disini jangan diartikan dengan hyperaktif ya Bunda. Biasanya kalau anak hyperaktif itu memiliki konsentrasi yang rendah, bahkan anak ini tidak bisa diam dan melakukan hal yang nakal. sedangkan anak yang aktif dan berbakat bisa berkonsentrasi dengan sesuatu hal untuk rentang waktu yang lama. Anak ini juga pasti memiliki keinginan yang kuat terhadap yang menurut dia menarik bunda, bahkan anak ini juga sangat menyukai hal yang sulit baginya.

3. Mudah Mengingat Sesuatu

Anak berbakat sangat mudah mengingat sesuatu yang pernah dilihat dan menarik baginya, Contohnya jika dia pernah membaca buku atau menonton film, anak ini dengan mudah menceritakannnya kembali pada orang tuanya, atau bercerita pada teman-temannya.

4. Cepat Menguasai Bahasa Yang baik

“maksudnya apa?” maksudnya gini Bunda, anak yang sudah memiliki bakat kecerdasan mampu menguasai kalimat lengkap dalam penggunaan bahasa sehari-hari, bahkan anak berbakat menguasai hal ini lebih cepat dari teman seusianya.

5. Suka Berimajinasi

Anak berbakat akan selalu berimajinasi dengan hal yang pernah dilihatnya. “maksudnya gimana?” maksudnya gini Bunda, jika anak Bunda pernah melihat huruf “A” maka dia akan membuat sesuatu yang akan membentuk Letter “A” contohnya dengan menggunakan beberapa mainannya untuk membentuk huruf “A”

6. Memiliki Talenta Khusus

“emang gimana sih cara mengetahui anak yang memiliki talenta?” Contohnya seperti ini Bunda, misalnya Anak Bunda memiliki kemampuan artistik tentang hal menggambar, Anak berbakat ini akan sangat mudah untuk menggambar sesuatu yang cukup jelas, bahkan ia mengetahui apa yang sedang digambar.

Saran kami, jika Bunda ingin mengetahui kecerdasan anak Bunda lebih detail lagi, silahkan lakukan pengujian IQ sejak anak Bunda 3 tahun, dan bila anak Bunda memiliki tingkat IQ dengan skor 130, maka bisa dikategorikan jika anak Bunda termasuk anak yang cerdas dan jenius. “masa sih?” iya Bunda, karena pada umumnya tingkat kecerdasan anak hanya mencapai skor 85 hingga 115.

Oke Bunda, cukup sampai disini dulu ya, jangan lupa untuk mambagikan artikel ini ke teman-teman Bunda, biar semua teman-teman Bunda juga tau.

http://www.cintamela.com/inilah-ciri-ciri-anak-yang-memiliki-kecerdasan-dan-bakat-sejak-balita/

Yuk simak 7 Tips Mengasuh Anak Berbakat!

Memiliki buah hati yang cerdas atau berprestasi merupakan dambaan setiap orang tua, bukan? Namun ternyata, kecerdasan maupun kemampuan yang ada pada anak berbakat dapat menjadi tantangan serius bagi orang-orang di sekelilingnya dan bahkan bagi anak sendiri. Kecerdasan pikiran dan cemerlangnya kemampuan anak perlu diimbangi dengan kontrol emosi yang baik. Jika kemampuan pikir dan potensi anak justru berkembang lebih pesat dibanding kontrol emosi, anak dapat menjadi seorang pembangkang dan tidak punya teman sama sekali.  Bayangkan jika anak sangat sering melawan perintah atau permintaan Anda, bertindak semaunya, dan pandai berdebat atau selalu bisa mencari pembelaan atas kesalahannya. Mungkin Anda akan kewalahan dalam mengatasinya.

Ingat, bagaimanapun orang tua akan turut andil dalam upaya pengembangan diri anak. Orang tua memiliki peran penting untuk memastikan anaknya berkembang dengan baik. Namun, Anda tak perlu terlalu khawatir dalam mengasuh anak berbakat. Kali ini Pijar mempunyai beberapa tips dalam mengasuh anak yang mungkin dapat membantu Anda. Yuk kita simak!

Berikan pengertian kepada anak untuk bisa menerima keadaan dirinya.

Anak berbakat dapat merasa terasing dengan dunia luar, terutama dengan anak-anak seusianya. Selera humor atau minat obrolan yang berbeda dengan teman-temannya dapat membuat mereka merasa sebagai sosok yang tersudutkan. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Berikan pengertian kepada anak, bahwa setiap orang tentu memiliki perbedaan dan itu merupakan hal yang wajar. Bentuk dukungan yang dapat diberikan adalah dengan membimbing mereka untuk memiliki teman ataupun mengasah kemampuan sosial mereka. Bantu mereka juga dengan mencarikan komunitas baru yang positif dan cocok dengan dirinya1. Komunitas yang beranggotakan anak-anak berbakat ataupun komunitas sesuai dengan hobi anak (musik, seni,olah raga, dsb). Dengan demikian anak akan merasa memiliki orang-orang yang sesuai dengan dirinya, dapat menerima, sekaligus dapat mengiringi perkembangannya.

Menjadi pendengar yang aktif.

Salah satu ciri dari anak berbakat adalah mereka sangat suka membicarakan topik yang disenangi. Luangkan waktu dengan mereka. Tidak hanya untuk mendengarkan, tetapi juga beri tanggapan atau pertanyaan yang mengundang percakapan berikutnya. Gunakan kontak mata dan tunjukkan jika Anda bersemangat untuk mendengarkan cerita darinya.  Tentunya mereka akan merasa dihargai dan didukung untuk terus belajar. Kadang kala, mereka dapat menjadi terlalu cerewet dan berbicara di situasi yang kurang tepat. Ajarkan juga pada mereka bahwa kadang mereka perlu menunggu lawan bicara untuk dapat menanggapi apa yang mereka ceritakan.

Luangkan waktu berkunjung ketempat kaya informasi ataupun menikmati hiburan bersama.

Tempat-tempat seperti museum, kebun binatang, monumen, memiliki berbagai informasi yang mungkin akan sangat menarik bagi anak berbakat. Ajaklah mereka untuk mendiskusikan informasi yang mereka dapat di tempat-tempat tersebut. Mereka mungkin akan sangat kritis dan banyak bertanya. Namun diskusi dengan Anda tentu akan memperkaya pemahaman mereka, bisa jadi memperkaya pengetahuan Anda juga. Pengalaman berkunjung ke tempat-tempat tersebut juga dapat menjadi momen yang berkesan bagi seluruh keluarga. Mendiskusikan isi buku, lagu, karya seni, atau jalannya konser juga dapat menjadi hal  sederhana yang menarik bagi orang tua maupun anak.

Bantu anak untuk memilih sekolah yang mampu memfasilitasi potensinya.

Anak berbakat dapat menguasai beberapa kemampuan dengan cepat dan membutuhkan tantangan lebih. Dalam menjalani pendidikan mungkin mereka  mudah bosan. Rasa bosan atau kesan menggampangkan seringkali dianggap sebagai perilaku menyimpang oleh guru yang tidak memahami kondisi anak. Mungkin hal tersebut justru ditindaklanjuti dengan teguran atau hukuman. Hal ini kemudian dapat membuat anak merasa tertekan dan dapat menjadi underachiever (kesenjangan antara potensi sebenarnya dengan prestasi yang dicapai)2.

Beberapa sekolah saat ini telah memiliki beberapa program yang mungkin dapat memfasilitasi anak berbakat3. Program tersebut dapat berupa kelas percepatan atau akselerasi, bright class, sekolah khusus anak berbakat, kelas cerdas istimewa, ataupun program pengayaan / enrichment (siswa mendapatkan materi pembelajaran sesuai kapasitasnya tanpa perlu bergabung di kelas yang lebih tinggi).

Fasilitasi minat anak.

Seorang anak mungkin akan kesulitan saat ditanya minat atau hobinya. Pada posisi ini, sangat penting bagi orang tua untuk membantu dan mengarahkan minat anak. Misalnya dengan menyediakan beberapa buku bacaan, ensiklopedi, alat musik, atau mainan yang edukatif. Setelah Anda mengetahui aktivitas atau bidang yang disukai anak, usahakan untuk bisa memfasilitasinya. Sebagai contoh, jika anak Anda menyukai topik tata surya maka berikan buku-buku mengenai planet dan bintang. Kemudian, jika anak sangat senang untuk memperhatikan permainan piano, ajaklah dia untuk mencoba kursus piano. Minat anak dapat berubah sewaktu-waktu, oleh karena itu usahakan bijak pula dalam membelikan sarana penunjang bagi anak. Anda tidak harus selalu membeli buku baru, melainkan dapat juga meminjam di perpustakaan terdekat misalnya.

Izinkan anak mengeksplorasi sesuai minatnya.

Anak berbakat dapat menjadi sangat fokus ketika mengeksplorasi hal yang menarik baginya (membaca, mengutak-atik, berlatih, browsing lewat internet, dsb). Saat mereka fokus, mungkin mereka akan menjadi sangat diam dan seakan terasing dari dunia luar. Mereka akan sangat kesal jika pekerjaan yang sedang mereka lakukan tidak selesai.  Memberikan mereka waktu dan kesempatan merupakan hal yang bijak dan perlu dilakukan oleh orang tua.

Berusaha untuk adil terhadap anak.

Salah satu bentuk sikap kritis dari anak berbakat adalah mereka dapat sangat teliti terhadap pemberian atau sikap orang tua bagi anak-anaknya. Mereka mungkin akan membandingkan yang apa yang ia dapatkan dengan yang diterimakakak/adiknya. Amanda Lane, seorang penulis, bahkan bercerita bahwa putrinya yang notabene  berbakat akan marah saat ia dibelikan es krim lebih banyak dibandingkan adiknya. Mereka tidak meminta untuk diberi “lebih”, mereka hanya ingin yang adil. Kondisi anggota keluarga yang rukun dan suportif dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung optimalisasi potensi anak berbakat.

Seorang anak berbakat dengan segudang potensi yang ia miliki, dapat terkubur menjadi pribadi biasa jika tidak mendapat pengasuhan yang tepat. Tidak hanya itu, mereka bahkan dapat menjadi pribadi yang bermasalah. Pengasuhan yang tepat dan dukungan lingkungan terdekat, akan mampu memancarkan kilauan memukau dari seorang anak berbakat. Jadi, sudah siapkah Anda untuk mendampingi mereka?

source: http://pijarpsikologi.org/yuk-simak-7-tips-mengasuh-anak-berbakat/