INDONESIA INDEPENDENCE DAY🇮🇩 🇮🇩Coloring Contest🇮🇩 🇮🇩by : La Alfabeta Art🇮🇩

WhatsApp Image 2018-07-11 at 17.33.06

🔑 Tema : Hari Kemerdekaan
🔑 Media mewarnai : kertas A4
🔑 Alat mewarnai : bebas
🔑 Penilaian : creative 2d/3d art, boleh di padu dengan art-craft seperti origami, glitter, dll
🔑 Kategori:
A : 4-6th
B : 7-9th
🔑 Registrasi :
🌟25.000 untuk murid La Alfabeta & Serenata PMC
🌟30.000 untuk umum
🔑 Hasil karya harus buatan sendiri tanpa dibantu orang tua atau teacher (hanya boleh diarahkan)
🔑 Media untuk mewarnai disediakan oleh panitia berupa kertas atau softcopy yang akan di kirim via email
🔑 Pengumpulan paling lambat tanggal 21 Agustus 2018
🔑 Pengumuman pemenang tanggal 31 Agustus 2018
🔑 Pendaftaran dapat langsung menghubungi customer service di 0812-8928-3667 (Kak Zakia) melalui whatsapp dengan format :
La Alfabeta – Independence Day
🌟Nama
🌟Usia
🌟Email
🌟No. Tlp
🌟Alamat
🔑 Hadiah :
🌟Trophy, Sertifikat, Goodie Bag, Voucher untuk Winner dan Runner Up
Info lebih lanjut :
0812-8928-3667 (Kak Zakia)
Kunjungi :
LA ALFABETA STUDIO
Cibubur Residence Blok B8/29, Jl. Alternatif Cibubur Cileungsi km 2, Bekasi 17433
Advertisements

Lomba Unik Perayaan 17 Agustus ala Tim Penyelamat

bpbd bogor

 

KEMERIAHAN menjelang hari peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia kian terasa. Warga di berbagai daerah di Tanah Air mulai menggelar perlombaan khas peringatan kemerdekaan.

Seperti biasa, lomba macam panjat pinang, makan kerupuk, sampai sepak bola berdaster menjadi andalan. Namun lomba-lomba itu biasa digelar di lingkungan warga. Pemandangan jauh berbeda terlihat dalam perayaan yang dilakukan para anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Senin 15 Agustus 2016, ratusan personel penyelamat tersebut berkumpul. Namun tak ada batang pinang tertancap atau kerupuk menggantung di sana. Yang ada justru peralatan penyelamatan seperti tangga, tali, dan tabung oksigen.

Serangkaian tali kermantel, hardness, dengan carabiner dan perangkat lainnya bahkan sudah dipasang di dinding panjat di lapangan tersebut. Tidak ketinggalan, berbagai kendaraan operasional milik BPBD Kabupaten Bogor dipajang mulai dari ambulans dampai mobil pemadam kebakaran.

Memulai lomba, 4 personel menggotong tangga dari garis start. Sejumlah rintangan mesti dilalui meski garis start baru saja mereka tinggalkan. Sampai pada lokasi yang telah ditentukan, keempatnya langsung merangkai tangga dengan tali. Tangga dibuat berdiri membentuk segi tiga. Dari atas dinding panjat, 2 rekan setim melompat. Dua orang yang lengkap dengan tabung oksigen itu lantas berlari menaiki tangga yang hanya ditopang rekan-rekannya.

Naik dari satu sisi tangga, lalu turun di sisi tangga yang lainnya. Jelas butuh kerja sama apik agar segi tiga tangga tak roboh dan orang yang menaikinya jatuh terempas ke tanah. Selesai sesi tersebut, semua anggota tim berlari ke garis finis.

Sekitar 10 wasit disebar di jalur-jalur yang dilintasi tim peserta. Selain menghitung waktu yang dihabiskan, para wasit juga memastikan peserta menyempurnakan setiap sesi perlombaan. Jika simpul tali yang diikatkan tak sesuai tata cara yang digunakan dalam penyelamatan atau tabung oksigen tak terpasang dengan benar, tim peserta jangan dulu berlari ke lokasi selanjutnya. Juga kalau waktu 5 menit habis sebelum garis finis disentuh, mereka didiskualifikasi.

Bukan hanya para peserta yang berjibaku dengan peralatan lomba. Para personel BPBD Kabupaten Bogor lainnya juga sibuk memberi semangat. Satu drum dibawa sebagai alat musik, di sisi lapangan yang lain, beberapa meriam bambu diledakkan bergantian. Meriah.

“Ini dalam rangka merayakan 17 Agustus sekaligus menjaga kemampuan para personel. Hitung-hitung refreshing dan memupuk kekeluargaan juga. Soalnya tim yang berlomba di sini adalah perwakilan dari masing-masing titik siaga di Kabupaten Bogor. Lama kan tidak saling bertemu dan berkumpul, di sini kami silaturrahmi juga,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo di lokasi kegiatan.

Terdapat delapan tim yang ikut serta. Masing-masing berjumlah 10 personel. Tim-tim tersebut merupakan perwakilan dari regu yang bertugas di titik siaga di Leuwiliang, Ciawi, Cibinong, Parung, Cileungsi, dan 3 tim lainnya adalah perwakilan dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor.

 

 

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/